• 12

    Mar

    Salah itu Lumrah, Malu itu Selalu! (1)

    Ya, salah itu lumrah, malu itu selalu! Pikiranku sering mengatakan itu, setidaknya setelah berkali-kali hal memalukan aku alami. Tapi mungkin karena aku sok cuek, kadang-kadang rasa malu-ku tertutupi oleh muka polosku (hahaha, polos gak ada hidungnya…). Entah kapan tepatnya aku lupa (asli, aku gampang lupa, maklum, sudah tua hahaha), waktu itu aku hendak ketemu seorang teman di salah satu gedung perkantoran di Jakarta (aku gak bisa sebutin gedungnya ya, pokoknya Gedung WTC/Sampoerna deh…hahaha). Setelah parkir motor, aku tergopoh-gopoh menuju lobby. Saat akan melewati pos pemeriksaan di bagian luar gedung, seorang satpam mengarahkan tangannya ke arahku “Siang Pak”. Sebagai orang Jawa yang ramah dan santun (gubrak!), spontan aku langsung menyambut tangan Pak Satpam
  • 22

    Dec

    Kerispatih Pergi dengan Indah

    saat ku tak mampu bertahan lagi yang ku mau hanya tak menyakitimu biar saja kau tahu sendiri cinta itu tak hanya mencari kesenangan diri saat ku harus katakan perpisahan yang kau mau hanya ku tetap bersamamu aku sangat mengerti sayangku tapi maafkan ini semua harus berakhir aku masih cinta itu sebabnya ku pergi aku masih sayang itu sebabnya ku minta kau berpikir cinta bukan luka, tapi cinta memahami semoga hidup ini lebih berwarna bagi kita meski harus berpisah jauh jauh, terpisah jauh terpisah jauh aku masih cinta itu sebabnya ku pergi (aku masih cinta) aku masih sayang itu sebabnya ku minta kau berpikir aku masih cinta itu sebabnya ku pergi (aku masih sayang) aku masih sayang itu sebabnya ku minta kau berpikir aku masih cinta, aku masih sayang biar saja kau tahu sendiri cinta itu tak ha
  • 6

    Nov

    Kepentingan Abadi

    Tak ada pertemanan yang abadi Tak ada permusuhan yang abadi Yang ada hanyalah kepentingan Bagi yang sudah memahami #petuahbijak di atas, tentu menyadari bahwa pada intinya kebenaran tak ada yang abadi sungguh berlaku pada hubungan horisontal antarmanusia. Jika selama ini sebagian orang masih berpikir bahwa kefanaan hanyalah hubungan materialistis antara manusia dan Sang Pencipta, kali ini perlu ditambahi. Contohnya, pada kepahaman tentang fana, seseorang hanya melihat pada material hidup seperti bumi, laut, hutan dan sebagainya. Kalaupun mengarah pada hubungan antarmanusia, hanya pada hubungan melankolis; kematian dan sebagainya. Jarang yang menyoal pada perasaan secara umum. Penafikan atas apa yang pernah diucapkan, ingkar pada apa yang sudah dijanjikan dan bersaksi dusta pada apa yang
  • 6

    Nov

    Idul Adha di Kampung

    Sebenarnya sejak tadi malam saat berada di tengah kambing dengan suasana Idul Adha, pikiranku melayang ke masa lalu. Di saat yang sama di sebuah kampung di kota Yogyakarta. Di masa remajaku, setiap malam Idul Adha, aku sering membantu panitia di Masjid Al Amien bersama teman-teman seumuranku. Sejak menyiapkan bambu untuk obor takbiran, menghias serambi masjid dengan dekorasi sederhana, menyiapkan tali membentuk shaf di lapangan SMEA 3 (sekarang SMK 7), takbir hingga dini hari, sampai tertidur di serambi masjid menunggu waktu shubuh. Tak banyak yang tahu, kerena alat publikasi pribadi (smartphone+social media) pada masa itu belum ada sama sekali. Tetapi betapa itu sangat berkesan dan terkenang hingga saat ini.Maka selalu saja ada kerinduan pada romansa seperti itu. Seperti pagi ini, usai S
  • 4

    Nov

    Ngantuk

    Pagi ini diawali dengan mimpi yang gak enak banget. Mimpi tentang seseorang yang menjadi pembicaraan banyak orang karena kepribadiannya yang menyedihkan. Dan aku terbangun karena mendengar kegaduhan di dalam rumah. Tidurku yang baru dua jam terasa lebih pendek. Ngantuk, tuk, tuk, tuk
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post