Feed on
Posts
Comments

Prolog: Guen

Guan merapatkan baju tidur yang melindunginya dari dingin di pagi yang belum lagi sempurna. Sejak dini hari tadi kantuk tiba-tiba lenyap dari matanya. Ia sudah membolak-balik badannya berharap kantuk segera lelapkannya lagi hingga nanti saat matahari telah meninggi, tapi kantuk justru menjauh pergi. Di sebelahnya suaminya tertidur pulas berselimut sedada mendengkur perlahan. Guen bangkit dari peraduannya, terduduk sebentar dan berjalan menuju kursi di hadapannya. Sekilas ia sempat berkaca melihat sembab di matanya yang masih terlihat usai dia menangis semalam. Guan memandang kotak kecil berhias pita hitam-putih di atas meja kecil disebelahnya, tepat di bawah lampu meja yang baru saja dinyalakannya.

Apakah isi kotak kecil itu?

Kerispatih - Aku Harus Jujur

maafkan kali ini
aku harus jujur
kau harus tahu siapa
aku sebenarnya
terpikir dalam benakku
tentang cinta terlarang
selama ini ku pendam

jangan salahkan keadaan ini sayang
semua adalah keterbatasanku saja
tak mampu menjadi yang kau mau
aku mencoba dan aku tak mampu

tak bisa lagi mencintaimu
dengan sisi lainku
aku tak sanggup menjadi biasa
aku tak sanggup

tak ada satu pun yang mungkin bisa
terima kau seperti aku
ku mohon jangan salahkan aku lagi
ini aku yang sebenarnya

tak mampu menjadi yang kau mau
aku mencoba dan aku tak mampu

maafkan kali ini
aku harus jujur

Di dalam hatimu
T’lah aku temukan
Arti kebahagian

Bersama dirimu
Aku merasa berarti

Sanggupkah dirimu
Untuk bertahan
Hingga waktu tak berjalan

Mencintaiku
Walau bintangku tak terang

Cintailah aku sepenuh hati
Sesungguhnya aku
Tak ingin kau pergi
Takkan mampu ku hadapi dunia ini

Betapa hidupku takkan pernah sama
Bila kau tinggalkan ku
Tetaplah disini saling memiliki
Selama-lamanya

Tiada arti semua bila kau pergi

Genggamlah tangganku dan peluklah diriku
Saatku jatuh nanti menangis sepi

Peterpan - Yang Terdalam

Kulepas semua yang kuinginkan
Tak akan kuulangi
Maafkan jika kau kusayangi
Dan bila kumenanti

Pernahkah engkau coba mengerti
Lihatlah ku disini
Mungkinkah jika aku bermimpi
Salahkah tuk menanti

Takkan lelah aku menanti
Takkan hilang cintaku ini
Hingga saat kau tak kembali
Kan kukenang di hati saja

Kau telah tinggalkan hati yang terdalam
Hingga tiada cinta yang tersisa
Di jiwa

Nidji - Sang Mantan

Dulu aku kau puja
Dulu aku kau sayang
Dulu aku sang juara
Yang slalu engkau cinta
Kini roda telah berputar

Kini aku kau hina
Kini aku kau buang
Jauh dari hidupmu
Kini aku sengsara
Roda memang telah berputar

Mana janji manismu
Mencintaiku sampai mati
Kini engkau pun pergi
Saat ku terpuruk sendiri
Akulah sang mantan
Akulah sang mantan

Sakit teriris sepi
Ketika cinta telah pergi
Akulah sang mantan
Akulah sang mantan

Mana janji manismu
Setia sampai aku mati
Kini engkau pun pergi
Saat ku terpuruk sendiri

Mana janji janjimu

Older Posts »