Salah itu Lumrah, Malu itu Selalu! (1)

12 Mar 2012

Ya, salah itu lumrah, malu itu selalu! Pikiranku sering mengatakan itu, setidaknya setelah berkali-kali hal memalukan aku alami. Tapi mungkin karena aku sok cuek, kadang-kadang rasa malu-ku tertutupi oleh muka polosku (hahaha, polos gak ada hidungnya…).

Entah kapan tepatnya aku lupa (asli, aku gampang lupa, maklum, sudah tua hahaha), waktu itu aku hendak ketemu seorang teman di salah satu gedung perkantoran di Jakarta (aku gak bisa sebutin gedungnya ya, pokoknya Gedung WTC/Sampoerna deh…hahaha). Setelah parkir motor, aku tergopoh-gopoh menuju lobby. Saat akan melewati pos pemeriksaan di bagian luar gedung, seorang satpam mengarahkan tangannya ke arahku “Siang Pak”. Sebagai orang Jawa yang ramah dan santun (gubrak!), spontan aku langsung menyambut tangan Pak Satpam dengan menyalaminya dan tersenyum ramah, “Mau, ketemu teman, Pak” kataku tanpa ditanya.

“Baik, mohon diperiksa tasnya ya, Pak” kata Pak Satpam tersenyum sambil menjulurkan tangannya seperti tadi ke arah meja di depanku. Ya ampun, ternyata Pak Satpam tadi tidak mengajakku salaman, tapi memintaku menaruh tas di meja untuk diperiksa. Tak sampai satu menit setelah diperiksa, aku berlari kecil menerobos gerimis, tak kuhiraukan Pak Satpam tadi cekikikan dengan rekannya.

Aku langsung belok kiri, mengikuti bentuk jalan yang ada di gedung itu. Sudah berjalan agak jauh, ternyata jalan itu buntu, mentok di belakang gedung. Otomatis aku berbalik melewati pos satpam tadi dengan rambut dan baju yang mulai basah. “Pak, pintu lobbynya di sebelah sana,” kata Pak Satpam sambil menunjuk ke arah lain. “Makasih Pak,” kataku sambil berlari. Untunglah hujan, muka malu-ku tersamar.

Pesan Moral:

  • Satpam di Gedung Perkantoran tidak pernah mengajak salaman tamu, dia tidak dibayar untuk itu.
  • Kalau belum tau letak lobby gedung, jangan sungkan bertanya ke pak Satpam, gak usah salaman gak apa-apa.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post