• 6

    Nov

    Kepentingan Abadi

    Tak ada pertemanan yang abadi Tak ada permusuhan yang abadi Yang ada hanyalah kepentingan Bagi yang sudah memahami #petuahbijak di atas, tentu menyadari bahwa pada intinya kebenaran tak ada yang abadi sungguh berlaku pada hubungan horisontal antarmanusia. Jika selama ini sebagian orang masih berpikir bahwa kefanaan hanyalah hubungan materialistis antara manusia dan Sang Pencipta, kali ini perlu ditambahi. Contohnya, pada kepahaman tentang fana, seseorang hanya melihat pada material hidup seperti bumi, laut, hutan dan sebagainya. Kalaupun mengarah pada hubungan antarmanusia, hanya pada hubungan melankolis; kematian dan sebagainya. Jarang yang menyoal pada perasaan secara umum. Penafikan atas apa yang pernah diucapkan, ingkar pada apa yang sudah dijanjikan dan bersaksi dusta pada apa yang
  • 6

    Nov

    Idul Adha di Kampung

    Sebenarnya sejak tadi malam saat berada di tengah kambing dengan suasana Idul Adha, pikiranku melayang ke masa lalu. Di saat yang sama di sebuah kampung di kota Yogyakarta. Di masa remajaku, setiap malam Idul Adha, aku sering membantu panitia di Masjid Al Amien bersama teman-teman seumuranku. Sejak menyiapkan bambu untuk obor takbiran, menghias serambi masjid dengan dekorasi sederhana, menyiapkan tali membentuk shaf di lapangan SMEA 3 (sekarang SMK 7), takbir hingga dini hari, sampai tertidur di serambi masjid menunggu waktu shubuh. Tak banyak yang tahu, kerena alat publikasi pribadi (smartphone+social media) pada masa itu belum ada sama sekali. Tetapi betapa itu sangat berkesan dan terkenang hingga saat ini.Maka selalu saja ada kerinduan pada romansa seperti itu. Seperti pagi ini, usai S
  • 4

    Nov

    Ngantuk

    Pagi ini diawali dengan mimpi yang gak enak banget. Mimpi tentang seseorang yang menjadi pembicaraan banyak orang karena kepribadiannya yang menyedihkan. Dan aku terbangun karena mendengar kegaduhan di dalam rumah. Tidurku yang baru dua jam terasa lebih pendek. Ngantuk, tuk, tuk, tuk
  • 3

    Nov

    Pengendali Waktu

    Entah sudah kali keberapa niatku untuk melanjutkan tulisan di blog ini terpental entah kemana. Sepertinya waktuku tak tersisa sedikitpun untuk sekedar menuliskan satu dua kata di dalamnya. Dan tadi siang, di salah satu twitter yang aku follow, tertulis kalimat bijak yang menamparku: Untuk melakukan sesuatu sebenarnya selalu ada waktu, yang belum tentu ada adalah kemauan Benar saja, semakin aku pikirkan, ternyata kemauanku-lah yang harus aku toyor-toyor untuk kusalahkan. Bagaimana tidak, aku seperti dipermainkan oleh waktu. Sepertinya waktu yang memiliki seluruh hidupku, waktu yang mengatur setiap langkahku. Gila! Hari ini aku seperti dicambuk untuk merubah mindset-ku selama ini bahwa: Semua telah dikalahkan oleh waktu. Tidak! Tidak semua hal serta-merta bisa dikalahkan oleh waktu. Masih
  • 4

    Feb

    Kisah Pria Paruh Baya

    Hujan deras tadi pagi mempertemukanku dengan seorang pria paruh baya di sebuah warung kopi. Perawakannya tidak terlalu tinggi, tapi terlihat gurat ketegasan di wajah dan telapak tangannya. Setelah saling menanyakan hal-hal kecil yang tidak begitu penting (kerja dimana, sudah berkeluarga atau belum, rumah dimana, dsb) tanpa sadar alur pembicaraan mengarah ke cerita tentang hidupnya. Sebuah kecelakaan menimpanya sepulang ‘nyekar’ keluarganya di salah satu kota di Jawa Tengah. Bus yang ditumpanginya menghantam sebuah truk yang parkir di kanan jalan di shubuh naas itu. Sopir dan 3 penumpang di bagian depan tewas mengenaskan. Sementara Pria paruh baya itu terjepit di bagian bawah tubuhnya. Tulang kaki kananya remuk, bahkan telapak kakinya tertinggal di dalam bus saat evakuasi. De
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post