• 12

    Mar

    Salah itu Lumrah, Malu itu Selalu! (1)

    Ya, salah itu lumrah, malu itu selalu! Pikiranku sering mengatakan itu, setidaknya setelah berkali-kali hal memalukan aku alami. Tapi mungkin karena aku sok cuek, kadang-kadang rasa malu-ku tertutupi oleh muka polosku (hahaha, polos gak ada hidungnya…). Entah kapan tepatnya aku lupa (asli, aku gampang lupa, maklum, sudah tua hahaha), waktu itu aku hendak ketemu seorang teman di salah satu gedung perkantoran di Jakarta (aku gak bisa sebutin gedungnya ya, pokoknya Gedung WTC/Sampoerna deh…hahaha). Setelah parkir motor, aku tergopoh-gopoh menuju lobby. Saat akan melewati pos pemeriksaan di bagian luar gedung, seorang satpam mengarahkan tangannya ke arahku “Siang Pak”. Sebagai orang Jawa yang ramah dan santun (gubrak!), spontan aku langsung menyambut tangan Pak Satpam
  • 18

    Feb

    Teman Yang Aneh

    Aku mengenalnya lebih dari 5 tahun yang lalu. Hubunganku dengan dia dekat. Satu keanehan yang dia miliki adalah dia tidak pernah memberiku nomor HP-nya, sekalipun aku minta. Bahkan dulu, untuk tahu tanggal lahirnya pun aku harus berusaha sendiri (kayak artis aja deh!). Sekalipun akhirnya berhasil menemukan tanggal lahirnya, tetapi sampai hari ini aku tidak tahu nomor hp-nya. Sungguh seorang teman yang aneh… *mungkin takut aku sms/telp mau pinjem uang hihihihi…
  • 13

    Dec

    Mencibir di Hasil Akhir

    Hal paling sulit yang aku rasakan adalah menebak secara akurat keinginan seseorang. Setelah lama berkecimpung di dunia otak-atik gambar dan warna tetap saja kemampuan itu tak pernah sampai ke ujung tertingginya. Yang bisa aku lakukan adalah meraba hingga mencapai jarak terpendek dari keinginan seseorang atas ‘pesanan’ yang diinginkan. Sebenarnya keinginan orang atas ide atau ‘tindakan’ kreatif kita juga tidak kaku sama persis dengan apa yang ada di otaknya. Dia akan membuka pintu ‘negosiasi’ karena sejujurnya orang tadi tidak tau pasti apa keinginan mutlaknya. Dia sadar, ini adalah kerja seni, bukan sains yang nilainya mutlak.Tapi itulah hebatnya kreatifitas, bisa memvisualisasikan keinginan seseorang yang disampaikan secara lisan, tidak runtut, dan kad
  • 3

    Dec

    Disiksa Sisa Kenangan

    Kuhimput dadaku yang tiba-tiba berdetak di kedalaman tak terhingga dengan kedua lenganku. Tapi masih saja dentumnya goyahkan langkahku yang berusaha tegak berdiri. Sampai akhirnya aku terjatuh bertumpu pada satu lutut kananku. Aku kibaskan kepalaku berulang untuk mengusik bayangan yang selalu menghantuiku; Masa lalu yang selalu saja meninju-ninju hatiku seperti ingin menghancurkan dindingnya. Aku ingat tak sekali dua kali perasaan seperti itu muncul dan menyudutkanku pada kesendirian yang panjang. Begitu juga pada kepedihan, pada kekecewaan dan pada kerinduanku. Segores cerita itu telah membekas dalam di sekujur masa laluku yang tak mungkin dengan begitu saja bisa terhapus. Ini sungguh berbeda dengan guratan di pasir pantai yang hilang tersapu ombak yang membelainya. Aku sadari bahwa wak
  • 12

    Aug

    Semoga Pak Tris Tidak Punya Fb.

    Ini kejadian yang memalukanku. Diawali sore kamarin ketika sebuah sms dari rekan alumni sekolahku mengabarkan hal yang mengagetkanku, “Buka fb pak! ada berita duka. Pak Tris Meninggal Dunia.” Dengan sigap aku membuka fb grup alumni. Tanpa membaca wall “berita duka” yang ada di situ aku langsung menuliskan comment belasungkawa atas meninggalnya Pak Tris. “Innalillahiwaina’ilaihi roji’un, semoga Pak Tris mendapat tempat yang indah di sisi-Nya. Pak Tris adalah salah satu guru yang banyak berjasa pada pendidikanku di masa itu” tulisku. Apa yang aku tulis bukan mengada-ada, memang Pak Tris banyak membantu pendidikanku saat SMP hingga aku bisa mendapat beasiswa 3 tahun penuh. Jadi berita meninggalnya Pak Tris memang membuatku berduka. Bebera saat
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post